Anggota Komisi I DPR RI Fraksi Partai Golkar Christina Aryani meminta pemerintah melakukan kajian mendalam dan komprehensif terkait rencana memulangkan sekitar 600 WNI eks ISIS ke Indonesia. Christina menilai, pemerintah harus mencermati dengan sungguh sungguh, utamanya menyangkut prosedur serta mekanisme langkah penanganan pasca pemulangan. Ia menyebut, hal itu penting karena sebagaimana kita ketahui bersama tidak terdapat suatu alat ukur yang pasti atas virus ideologi yang bisa menjadi parameter penilaian untuk mengukur tingkat radikal seseorang.

Oleh sebab itu, Komisi I mendorong pemerintah untuk terlebih dahulu memastikan secara komprehensif seperti apa rencana dan langkah langkah pemulangan ini. Terlebih, untuk selanjutnya dipublikasikan kepada masyarakat guna mendapatkan tanggapan dan masukan, mengingat potensi dampaknya. "bukan saja bagi keamanan negara tetapi juga bagi upaya perlindungan ratusan juta WNI dari paparan ideologi radikalisme," jelasnya.

Diketahui, Pemerintah Indonesia berencana untuk memulangkan 600 WNI eks ISIS. Menteri Agama Fachrul Razi bahkan menyebut ratusan WNI yang pernah tergabung dalam ISIS itu sebagian besar telah membakar paspor Indonesia agar merasa dekat dengan Tuhan. Rencana pemulangan WNI eks ISIS itu masih dalam tahap pembahasan yang dipimpin Kementerian Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan bersama Badan Nasional Penanggulangan Terorisme, Kementerian Luar Negeri, Imigrasi, Kementerian Agama, Kementerian Sosial, Kementerian Dalam Negeri, Polri, Badan Intelijen Negara, dan Badan Intelijen Strategis.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *